Header Ads

HOQBET - Agen Casino Terbaik dan Bandar Bola Terpercaya

Mourinho Ngotot Bukan Dia yang Jual Salah Ketika di Chelsea


LiputanSkor - Jose Mourinho kembali menegaskan bahwa bukan dirinya yang bertanggung jawab dalam mengambil keputusan untuk menjual Mohamed Salah ketika masih di Chelsea.

Chelsea yang kala itu masih dilatih Mourinho menggaet Salah dari Basel pada Januari 2014. Namun Salah hanya tampil sebanyak 19 laga sebelum setahun kemudian dipinjamkan ke Fiorentina.

Salah hanya bertahan enam bulan di Fiorentina sebelum kemudian kembali dipinjamkan ke AS Roma. Tim ibu kota Italia itu pun kemudian mempermanenkan status Salah pada musim panas 2016.

Salah kembali ke Premier League pada musim panas 2017 lalu ketika digaet Liverpool dengan biaya awal 42 juta euro. Salah kemudian menjelma menjadi mesin gol mematikan dan menyabet gelar pemain terbaik Premier League di musim pertamanya bersama The Reds.

Pengakuan Mourinho

Kesuksesan Salah di Liverpool membuat Mourinho menjadi pihak yang disalahkan ketika pemain asal Mesir itu dijual Chelsea. Namun Mourinho membantahnya. Pada 2016 lalu, Mourinho memang sudah tak lagi menangani The Blues.

"Pertama-tama mari kita mulai dengan Salah. Karena banyak hal yang dikatakan tidak benar. Pertama, orang mencoba menganggap saya adalah pelatih yang menjual Salah. Saya pelatih yang membeli Salah. Itu salah besar," ujar Mourinho.

"Saya bermain melawan Basel di Liga Champions. Salah masih bocah ketika di Basel. Ketika saya bermain melawan tim tertentu saya menganalisis tim dan para pemain dalam waktu yang cukup lama. Dan saya jatuh cinta dengan bocah tersebut. Saya membelinya," tambah Mou.

"Saya mendorong klub untuk membelinya dan ketika itu kami sudah memiliki penyerang yang fantastis -Hazard, Willian- kami memiliki talenta hebat di sana. Namun saya katakan pada mereka untuk membeli bocah tersebut. Dia lebih ke seorang sayap yang menusuk ke tengah ketimbang seorang striker," tandasnya.

Bocah Tersesat

Mourinho menyebut bahwa karier Salah di Chelsea tak berjalan mulus karena pemain kelahiran 15 Juni 1992 tersebut tak mau bersabar untuk mendapatkan kesempatan bermain.

"Dia hanyalah seorang bocah yang tersesat di London. Dia bocah yang tersesat di dunia yang baru. Kami ingin dia berlatih untuk menjadi lebih baik. Namun dia lebih berpikir untuk ingin bermain dan tak mau menunggu," tutur Mourinho.

"Jadi kami putuskan untuk meminjamkan dia, ke budaya saya saya kenal baik, Italia yang mengandalkan taktik, fisik. Tempat yang bagus untuk bermain. Fiorentina merupakan tim yang bagus untuk bermain tanpa tekanan untuk meraih gelar. Dan kami putuskan meminjamkan dia ke sana," jelasnya.

"Ketika klub memutuskan untuk menjual dia itu bukan keputusan saya. Saya membeli dia, tapi saya tidak menjual dia," tegasnya.

Diberdayakan oleh Blogger.